Rabu, 28 Oktober 2009

Menyibak Arti Sebuah Senyuman


Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang di sekelilingmu tersenyum. Jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang di sekelilingmu menangis.”

Sebuah kata yang mengingatkan akan kehidupan dan kebahagiaan yang membuatku tertunduk pagi ini. Tak terpikir olehku ketika waktu kecil dulu. Ya… begitulah hidup. Sebelum berangkat kerja tadi, aku sempat mendengarkan tangisan keponakanku di rumah. Rutinitas setiap hari yang ia lakukan. Maklumlah ia masih kecil.

24 tahun yang lalu, ketika aku keluar di dunia. Aku menangis. Eh… semua yang ada disekelilingku pada tertawa. Aku tak mengerti apa yang sedang ditertawakannya. Sebuah rahasia hidup yang mungkin baru saat ini aku ketahui. Aku juga tidak tahu kala itu apa yang aku rasakan melihat mereka tertawa.

Di tengah perjalanan, ternyata begitu banyak pengalaman yang ketika itu(saat aku masih kecil) terjadi diluar pemikiranku. Aku percaya Allah telah menggariskan semua kehidupan setiap manusia itu berbeda. Jika kubayangkan, milyaran manusia didunia ini, tak ada satupun yang memiliki kesamaan. Luar biasa…..

Mirip mungkin saja, tapi kesamaan secara utuh itu tidak akan pernah ada. Itulah kekuatan NYA yang tak ada tandingannya. Allahu Akbar. Begitupun dengan hidup. Semua memiliki jalan yang berbeda. Cinta, bahagia, duka dan semuanya hanya satu manusia yang bisa merasakannya. Hanya sebuah solidaritas yang bisa menggabungkan menjadi sebuah kekuatan.

Hari cerah yang tak kan bisa kulupakan. Hari indah yang mungkin tak akan pernah kulewatkan. Senyum dan tersenyum adalah sebuah kegiatan luar biasa yang menyimpan beribu rahasia yang tak bisa terungkap dalam kehidupan. Hanya dua individu saja yang merasakannya. Luar Biasa….

Hanya kebaikan yang bisa menciptakan senyum itu. Senyum keceriaan sebelum jiwa raga meninggalkan dunia yang tak abadi ini. Luar Biasa......(triy.wordpress.com/)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar